RSUD Yohannes Butuh Air 60 Tenki Sehari Featured

Kebutuhan air di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Prof.WZ Yohannes Kupang sulit terpenuhi. Dengan mengandalkan beberapa sumur bor dan jaringan PDAM, tidak jarang managemen rumah sakit terbesar di NTT itu harus membeli air untuk memenuhi kebutuhan operasional dan juga pasian yang dirawat.

“Kebutuhan kita 60 tenki setiap hari. Solusi kita ada jaringan PDAM tetapi tidak mengalir setiap hari. Sehingga kita coba dengan sumur bor, tetap debitnya terus turus, apalagi kalau musim kemarau,” jelas Direktur RSUD Yohannes, Domi Mere kepada Timor Express usai menerima bantuan Bank NTT peduli berupa satu unit mobil tenki di rumah sakit tersebut, Senin (5/12).

Kebutuhan air sebesar itu menurut dia sangat penting. Pasalnya, saat ini rumah sakit tersebut memiliki 408 tempat tidur semua kelas. Selain itu, ada 1.300 karyawan, termasuk 55 dokter spesialis yang bekerja di sana. Untuk memenuhi kebutuhan air ketika debit air mulai turun, pihaknya harus putar otak.

Namun, dengan bantuan mobil tenki dari Bank NTT, dia mengaku akan sangat terbantu. Pasalnya, dalam waktu dekat akan dilakukan peresmian Gedung Pelayanan Obstetri Neonatal Emergensi Komprehensif (Ponek) yang sudah berdiri tiga lantai di bagian depan rumah sakit tersebut.

“Terpaksa kita harus beli air tenki bisa sampai 35 tenki setiap hari dengan biaya sampai Rp 3,5 juta per hari,” terang Domi di sela-sela acara penyerahan bantuan mobil tenki yang dihadiri langsung Plt.Dirut Bank NTT Eduard Bria Seran dan jajaran itu.

Sementara Eduard Bria Seran pada kesempatan itu mengatakan, pemberian bantuan dari dana CSR Bank NTT itu sebagai bentuk partisipasi Bank NTT terhadap sektor kesehatan di daerah ini. Bank NTT, kata Edi Bria Seran akan selalu siap untuk membantu rumah sakit sesuak kemampuan mereka.

“Kalau ada kegiatan yang diinisiasi oleh direktur rumah sakit, kami siap membantu. Namanya untuk rakyat banyak di NTT, kami kan namanya Bank NTT, jadi kami siap untuk bantu,” kata Edi Bria yang baru menjabat pelaksana tugas Direktur Utama Bank NTT Selasa (29/11) itu.

Bantuan berupa mobil tenki seharga Rp 348 juta itu diharapkan dapat membantu managemen rumah sakit untuk memenuhi kebutuhan air di rumah sakit tersebut. Dia pun berharap ke depan, proses pemberian CSR di setiap kantor cabang harus dikoordinasikan dengan kepala daerah setempat. Hal ini menurut dia penting untuk memastikan bantuan yang diberikan benar-benar tepat sasaran dan tidak mubasir.

“Jadi bantuan ini sebelumnya sudah kami komunikasikan dulu. Tujuannya supaya apa yang kami bantu itu benar-benar bermanfaat untuk mereka yang menerima,” terang Eduard lagi.

sumber : http://timorexpress.fajar.co.id/2016/12/06/rsud-yohannes-butuh-air-60-tenki-sehari/

Last modified on Tuesday, 06 December 2016 04:16

Leave a comment

Make sure you enter the (*) required information where indicated. HTML code is not allowed.