Persiapan Akreditasi Rumah Sakit di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang Tahun 2022

Chandra Apriadi*, Eirene C. Bilaut** (*Case Manager, Sekretaris Komite Mutu; **Kepala Bidang Pelayanan Keperawatan; Koordinator Sekretariat Akreditasi)

Rumah Sakit adalah Fasilitas Pelayanan Kesehatan yang menyediakan pelayanan kesehatan perorangan secara paripurna. Pelayanan tersebut mencakup pelayanan rawat inap, rawat jalan, dan gawat darurat. Dalam penyediaan pelayanan tersebut rumah sakit diwajibkan untuk memberikan pelayanan kesehatan yang bermutu dan mengutamakan keselamatan pasien.

Pelayanan kesehatan yang bermutu adalah pelayanan yang aman, tepat waktu, efisien, efektif, berorientasi pada pasien, adil dan terintegrasi. Pemenuhan mutu pelayanan kesehatan tersebut dilakukan melalui peningkatan mutu secara internal dan external. Peningkatan mutu secara internal dilakukan oleh rumah sakit mengupayakan peningkatan mutu melalui penetapan, pengukuran, pelaporan dan evaluasi indikator mutu serta pelaporan insiden keselamatan pasien. Melalui proses ini rumah sakit menjamin mutu pelayanan yang diberikan. 

Sementara itu, peningkatan mutu eksternal adalah upaya mutu pelayanan yang dilaksanakan secara komprehensif, diantaranya perizinan, sertifikasi, dan akreditasi rumah sakit. 

Peningkatan mutu tersebut menjadi bagian dari akreditasi rumah sakit. Akreditasi adalah pengakuan terhadap mutu pelayanan rumah sakit yang dilakukan melalui penilaian terhadap pemenuhan standar akreditasi yang disetujui pemerintah. Terkait hal ini, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang sebagai rumah sakit rujukan di Nusa Tenggara Timur telah melaksanakan peningkatan mutu eksternal dan terakhir kali diakreditasi oleh Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) dengan Standar Akreditasi Nasional Rumah Sakit Edisi 1 pada tanggal 19 November 2019. 

Sejauh ini seluruh rumah sakit di Indonesia diwajibkantelah terakreditasi sesuai dengan target RPJMN 2020-2024 dan pemerintah kemudian mendorong terbentuknya Lembaga-Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi (LIPA). Sampai saat ini, Indonesia telah memiliki 6 LIPA, yaitu Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS); Lembaga Akreditasi Fasilitas Kesehatan Indonesia (LAFKI); Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Damar Husada Paripurna (LARS DHP);Lembaga Akreditasi Rumah Sakit (LARS); Lembaga Akreditasi Mutu dan Keselamatan Pasien RS (LAM KPRS); dan Lembaga Akreditasi Rumah Sakit Indonesia (LARSI).

Penetapan lembaga tersebut diikuti dengan penetapan Standar Akreditasi Rumah Sakit melalui Keputusan Menteri Kesehatan RI No.HK. 01.07/MENKES/1128/2022 tentang Standar Akreditasi Rumah Sakit. Standar ini digunakan oleh Lembaga Independen Penyelenggara Akreditasi dalam melaksanakan penilaian akreditasi dan oleh Rumah sakit dalam mempersiapkan akreditasi rumah sakit. Standar Akreditasi ini menilai penyelenggaraan pelayanan rumah sakit dalam rangka mewujudkan peningkatan mutu pelayanan RS dan keselamatan pasien sehingga tercapai Tata Kelola RS dan Tata Kelola Klinis yang baik. Standar ini juga menilaipelaksanaan program pembangunan kesehatan nasional, perlu dilakukan akreditasi sesuai dengan Standar Akreditasi Rumah Sakit dan upaya menciptakan organisasi rumah sakit yang aman, efektif dan dikelola dengan baik (good corporate governance). Standar tersebut memuat16 bab dan dikelompokkan menjadi 4 bagian, yaitu: Kelompok Manajemen RS; Kelompok Pelayanan Berfokus Pada pasien; Kelompok Sasaran Keselamatan Pasien dan Kelompok Program Nasional (PROGNAS). Standar Akreditasi Rumah Sakit juga mengatur tahapan pelaksanaan akreditasi yang dibagi dalam 3 tahap utama yaitu: Persiapan akreditasi, Pelaksanaan Penilaian Akreditasi dan Pasca Akreditasi. 

Persiapan akreditasi meliputi pemenuhan persyaratan akreditasi, yaitu dokumen pelayanan dan perizinan, peningkatan kompetensi staf melalui pelatihan, dan kesiapan fasilitas pelayanan sesuai dengan peraturan perundang-undangan. Dalam persiapan ini, rumah sakit dapat melakukan penilaian mandiri secara berkala terkait pemenuhan standar akreditasi yang telah ditetapkan sehingga tergambar kesiapan rumah sakit dalam pemenuhan standar tersebut. Kesiapan rumah sakit memungkinkan rumah sakit untuk mengajukan permohonan survei kepala LIPA yang dipilih secara sukarela oleh Rumah Sakit. Selanjutnya, LIPA yang dipilih akan melakukan penilaian terhadap persyaratan yang diajukan oleh rumah sakit. Jika persyaratan tersebut terpenuhi, LIPA akan menetapkan waktu pelaksanaan penilaian akreditasi untuk rumah sakit tersebut. Penilaian akreditasi dapat dilakukan secara daring dan atau luring. 

Selanjutnya, tahap pelaksanaan akreditasi akan dilaksanakan. Hal ini meliputi persiapan dan penjelasan surveioleh LIPA; penyampaian dokumen oleh rumah sakit dan pemeriksaan dokumen oleh LIPA, telusur dan kunjungan lapangan, lalu dilanjutkan dengan penilaian dan penutupan. Pada tahap terakhir, surveior yang bertugas akan menyampaikan hal-hal penting yang berkaitan dengan pelaksanaan akreditasi kepada rumah sakit secara langsung.

Selanjutnya, proses pasca akrerditasi akan dilaksanakan. Proses ini dimulai dengan penyampaian hasil akreditasi oleh LIPA dalam lima hari kerja pasca survei. Kemudian LIPA akan menyampaikan sertifikat akreditasi, rekomendasi, laporan akreditasi ke Kementerian Kesehatan dan umpan balik pelaksanaan survei akreditasi oleh rumah sakit. Apabila ada standar yang pemenuhannya kurang dari 80 persen maka rumah sakit diberikan kesempatan untuk melakukan akreditasi ulang dalam rentang waktu tiga sampai 6 bulan sejak survei dilaksanakan.

RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang telah mulai mempersiapkan kegiatan akreditasi rumah sakit dengan melakukan kick off akreditasi Rumah Sakit pada 17 Mei 2022. Pada Kegiatan tersebut, Direktur RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang menyampaikan bahwa Direksi akan mengusahakan agar pemahaman terhadap standar akreditasi dan persiapan akreditasi dilaksanakan secara intensif kepada seluruh staf rumah sakit melalui seminar, workshop, dan bentuk pendidikan lainnya yang diperlukan untuk mendapatkan gambaran umum, maksud dan tujuan pelaksanaan penilaian akreditasi dan pasca akreditasi. 

Setiap unit di RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupangperlu memahami secara mendalam standar Akreditasi Rumah Sakit sehingga dapat mengevaluasi pelayanan yang dilakukan di unit kerja maupun di unit pelayanan. Evaluasi yang dilakukan akan memandu unit-unit tersebut untuk melakukan proses perbaikan sesuai motto RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang “Terus Berubah Menjadi Lebih Baik”. Penerapan moto ini mendorong setiap unit dalam rumah sakit untuk menjalankan standar-standar pelayanan sebagai budaya kerja, bukan sekedar untuk keperluan akreditasi. Proses akreditasi juga tidak harus menjadi semacam ujian utuk mendapatkan nilai baik, melainkan menjadi proses yang menggambarkan kemampuan rumah sakit dalam penyediaan standar-standar pelayanan yang bermutu. Karena itu, dalam proses evaluasi,setiap unit akan didampingi oleh POKJA (Kelompok Kerja) Akreditasi yang bertugas untuk memfasilitasi unit dalam melakukan persiapan-persiapan akreditasi. 

Sebagai bagian dari persiapan akreditasi oleh unit, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang juga akan memilih LIPA. Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS) merupakan LIPA yang dipilih untuk tahun 2022 ini. Selanjutnya, PIC RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes akan membangun komunikasi dengan KARS guna mengetahui dokumen–dokumen dan persyaratan lain yang diperlukan untuk akreditasi dan menyepakati waktu pelaksanaan akreditasi. Sementara itu, penilaian akreditasi, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang memilih pelaksanaan secara daring dan luring. Hasil penilaian akreditasi akan diperoleh sesuai skema waktu yang berlaku. Terkait hal tersebut, RSUD Prof. Dr. W. Z. Johannes Kupang berharap tetap mempertahankan status Akreditasi Paripurna, seperti yang dicapai pada tahun-tahun sebelumnya.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *